JASON BECKER
"Dewa gitar paling berbakat yang ditimpa musibah"
Click for larger version Nama Lengkap: Jason Becker
Website Resmi: JasonBecker.com
Group Band Sebelumnya: David Lee Roth & Cacophony
Gitar: Hurricane & Carvin.
Tempat/Tgl Lahir: 22 July
Pengaruh: W.A. Mozart, Marty Friedman, Eddie Van Halen, Bob Dylan, Andreas Segovia dan Niccolo Paganini.
Keahlian: Classical, Sweep Arpeggio, Japanese Scale, Blues, Whammy Bar, dll.
Jason Becker adalah seorang anak ajaib yang mampu menguasai permainan gitar dengan sangat baik dalam waktu yang pendek (4 tahun) dan pada umur yang muda sekali: 16 tahun (1987). Jika Anda mendengar hasil karya besar Jason, Anda akan merasakan seolah-olah Mozart dan Bach hidup kembali dengan usia muda tersebut. Jason dapat dengan mudah menciptakan komposisi klasik yang sangat rumit (lebih rumit daripada karya Yngwie atau gitaris lainnya) dan memainkannya dengan sangat cepat dan bersih baik di electric guitar maupun gitar klasik (gitar bolong). Dari sekian banyak gitaris shredder, Jason Becker-lah yang terbaik dalam komposisi klasiknya.
Sayang sekali Tuhan tidak mengizinkan Jason bermain gitar lebih lama lagi, Jason harus kehilangan seluruh kemampuannya pada usia 19 tahun (1990) berhubung terjangkit penyakit ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis atau Lou Gehrig) yang menyebabkan Jason lumpuh total. Organ tubuh Jason mati tahun demi tahun, sampai kini Jason hanya sanggup menggerakkan matanya. Padahal beberapa tahun sebelumnya Jason masih mampu mengerakkan jari kirinya dan menulis lagu melalui komputer dan menghasilkan album "Perspective".
Rencananya Jason akan menulis lagu lagi dengan menggunakan teknologi komputer Macintosh, di mana Jason dapat menggerakkan mouse komputer dengan gerakan matanya. Mungkin inilah sejarahnya di mana seorang gitaris dapat menulis lagu dengan gerakan matanya. Dapat Anda bayangkan betapa berbakatnya Jason dan betapa tingginya semangat Jason dalam menulis karya musiknya!
Dari awal karirnya sampai saat ini keluarga Jason bukanlah dari keluarga yang mampu, sehingga sang ayah harus melukis dan menjual karya lukisannya untuk menanggung biaya perawatan Jason. Bagi Anda yang gemar akan permainan Jason, dapat menyumbangkan dana di JasonBecker.com.
Sejak Jason kecil, ayahnya adalah seorang penggemar Bob Dylan yang sangat mempengaruhi musik Jason. Ayah Jason dan paman Jason juga seorang pemain gitar klasik yang baik, sehingga Jason menguasai permainan klasik Segovia. Jason selalu bermain musik klasik, Jason memiliki buku 24 Caprice Niccolo Paganini dan selalu menggunakannya sebagai latihan.
Jason menerima acoustic/electric guitar Takamine pertama dari ayahnya pada usia 12 tahun, tampil untuk sekolah dia dan sekolah lainnya. Pada usia 13 tahun, guru sekolah Jason sangat kagum dengan permainan dan bakat Jason, kemudian memintanya untuk mempimpin sebuah Jazz Ensemble.
Tepat pada usia 14 tahun Jason menghabis semua waktunya untuk berlatih dan meramu komposisi musik dia sendiri. Waktu itu Jason juga sempat belajar teknik arpeggio yang dalam dengan Dave Creamer.
Pada usia 16 tahun, permainan dan teknik Jason telah mencapai tingkat yang sangat tinggi. Akhirnya Jason mencoba mengirim demo rekaman 45 menitnya ke produser Mike Varney (bos Shrapnel Records. Jason memainkan 2 karya Niccolo Paganini (klasik) dan 2 lagu blues. Sebagian besar dari rekaman tersebut hanyalah improvisasi di chord yang sederhana, tetapi Jason memainkan teknik counterpoint dengan menggunakan volume gitarnya. Menurut Jason teknik ini adalah ide yang konyol, tetapi justru Mike Varney menganggap itu adalah ide yang cemerlang.
Tidak lama setelah Mike Varney menemukan Marty Friedman di bar, Jason disuruh menghubungi Marty. Akhirnya Jason datang ke rumah Marty di San Fransisco dan bermain (nge-jam) setiap harinya. Mereka sangat banyak memainkan blues dan selalu memainkan harmoni yang manyatukan musik mereka berdua. Marty & Jason saling belajar satu sama lainnya.
Pada tahun itu juga Marty Friedman dan Jason Becker membentuk group band pertama mereka: "Cacophony" yang mengegerkan dunia gitaris shredder. Album pertama mereka adalah "Speed Metal Symphony" dan album keduanya adalah "Go Off!". Anda dapat melihat betapa hebat kemampuan mereka memadukan kedua warna musik yang mereka miliki, Marty & Jason masih dapat saling mengiringi dan menjaga harmoni permainannya dalam kecepatan yang tinggi. Cacophony sendiri banyak membuat konser terutama di negara Jepang, Jason bahkan sempat mendemonstrasikan permainan dalam lagu "Eruption" (Van Halen) yang cukup sulit dengan menggunakan 1 tangan kiri dan tangan lainnya sambil memainkan yoyo!
Marty & Jason memang kompak, sebelum album "Go Off!" diluncurkan, mereka juga merelease sepasang album solo: Jason Becker dengan solo album "Perpetual Burn" dan Marty dengan solo album "Dragon's Kiss". Setelah menyelesaikan tour "Go Off!", Marty & Jason memutuskan untuk solo karir dan mencari band yang mangangkat nama mereka. Ketika "David Lee Roth" (ex-Van Halen) memilih gitaris barunya, Jason memainkan sekian banyak lagu Van Halen dengan gaya dia sendiri seperti Hot For Teacher, Yankee Rose dan Skycraper (rekaman dapat didenger di website resmi JasonBacker.com).
Akhirnya Marty berhasil terpilih sebagai gitaris group band thrash yang bergengsi: "Megadeth" dan Jason sendiri berhasil terpilih sebagai gitaris "David Lee Roth" (ex-Van Halen) menggantikan posisi gitaris besar: Steve Vai dan Eddie Van Halen. Mulai sejak itu nama Marty & Jason menjadi besar, berbagai majalah gitar terkemuka di USA seperti Guitar World, Guitar Practising Musician, Guitar Player dan lainnya memuji kemampuan bermain mereka.
Bersama David Lee Roth, Jason mengisi seluruh gitar utama di album "A Little Ain't Enough". Jason semakin menjadi sorotan di dunia gitar dan mulai tour bersama group bandnya David Lee Roth. Pada saat berusia 19 tahun, Jason merekam lagu blues Bob Dylan "Meet Me In The Morning", tiba-tiba Jason merasakan tangan kanannya semakin melemah dan nyaris tidak dapat digerakkan. Akhirnya lagu blues ini dimainkan dengan whammy barnya tanpa menggunakan vibrato bending sama sekali.
Lemahnya tangan kanan Jason bahkan menyebabkan dia tidak dapat meneruskan tour bersama group bandnya David Lee Roth. Tidak disangkanya setelah dicheck, Jason terkena penyakit lumpuh ALS yang menyebabkan semua urat syaraf Jason berhenti berfungsi. Selama 6 tahun lebih Jason lumpuh sehingga tidak dapat memainkan gitarnya lagi, hanya jari kirinya yang dapat digerakkan. Jason tidak dapat berjalan, makan maupun berbicara.
Ternyata keajaiban Tuhan hadir, Jason yang sudah hampir lumpuh total tersebut berhasil menulis lagu berkat tangan kirinya yang masih dapat menggerakkan mouse komputer. Itu berarti Jason menulis lagu dengan pikirannya tanpa menyentuh gitar kesayangannya! Tak lama kemudian Jason mengeluarkan album solonya yang kedua berjudul "Perspective". Berhubung Jason sendiri tidak dapat memainkan gitarnya di album "Perspective" ini, maka permainan gitar Jason diganti oleh gitaris country rock yang cukup terkenal bernama "Michael Lee Firkins" dibantu oleh teman-teman lainnya.
Walaupun pada album ini Jason hanya menulis dengan pikirannya bukan berarti hasil karyanya tidak berkualitas lagi. Anda bisa simak sendiri karya Jason yang sangat rumit di album ini dengan judul "Seranna" dan "End Of The Beginning". Setiap lagunya mencerminkan semangat (innerfire) Jason Becker untuk hidup/sembuh kembali. Dengan tegasnya Jason menuliskan di cover album keduanya "Perspective", bahwa penyakit ALS hanya dapat melumpuhkan organ tubuh dan suaranya tetapi tidak dapat melumpuhkan pikiran dan musiknya.
Tahun demi tahun telah berlalu, penyakit Jason semakin parah dan kini Jason hanya dapat menggerakkan bola matanya. Jason masih belum putus asa, ayah Jason memutuskan untuk menggunakan teknologi komputer Macintosh yang didesign khusus untuk orang cacat. Dengan menggunakan perangkat Macintosh ini, Jason dapat menggerakkan mouse komputer dengan gerakan matanya! Direncanakan album ketiganya akan ditulis dengan gerakan mata Jason.
Dapat Anda bayangkan betapa tingginya semangat Jason memperjuangkan musiknya. Banyak sekali gitaris terkenal seperti Eddie Van Halen, Marty Friedman, Paul Gilbert, Vinnie Moore, dll yang salut terhadap perjuangan Jason dan mengunjungi rumahnya. Akhirnya salah fans Jason mengajukan ide kepada Amy Becker (kakak ipar Jason) untuk membuat sebuah album tribute untuk Jason Becker. Ide ini ternyata berjalan dengan baik, keluarga Jason menghubungi perusahaan-perusahaan rekaman yang bersedia men-sponsorin rekaman ini dan gitaris-gitaris yang bersedia membantu project album tribute ini.
Dalam waktu 3 bulan, perusahaan rekaman ""Lion Music" menyetujuinya. Marty Friedman sebagai sahabat dan pasangan Jason dalam group band Cacophony menjadi gitaris pertama yang menyetujui ide album tribute ini.
Ternyata hasilnya di luar dugaan, artis-artis terkenal berikut ini bersedia membantu rekaman tribute ini secara sukarela: Eddie Van Halen, Marty Friedman, Paul Gilbert (ex-Mr.Big), Vinnie Moore, Kee Marcello (ex-Europe), Joe Lynn Turner (ex-Deep Purple), Neil Zaza, Anders Johansson (ex-Yngwie Malmsteen), Chris Poland (ex-Megadeth), Jeff Watson (ex-Night Ranger), Stephen Ross, James Byrd, Matt Bissonette, Mark Boals, Ron Thal, Joy Basu, Alex Masi, Lars Eric Mattsson, James Kottak, Ron Keel, Ted Poley, Stevie Salas, Jeff Pilson, ,Phantom Blue, dll.
Album tribute ini telah selesai dan akan diluncurkan pada hari ulang tahun Jason tgl 22 July 2001 ini. Album ini dapat diorder di website: ""Lion Music" dan video pembuatan album ini dapat ditonton di http://www.angelfire.com/hi4/overandover/Jason.html
Semua keuntungan yang diperoleh dari album tribute ini akan disumbangkan kepada keluarga Jason untuk biaya pengobatannya. Jason Becker memang sebuah legenda gitaris dan inspirasi murni untuk semua gitaris
Pikiranku(Redy)
Minggu, 20 November 2011
Minggu, 30 Oktober 2011
Minggu, 23 Oktober 2011
thrash metal
04 May 2011 07:38
Thrash metal adalah salah satu sub-genre dari musik metal yang ekstrim, ditandai dengan kecepatan dan agresifitas yang tinggi, Sejarah awal thrash metal dapat di dilihat pada akhir th 70an dan awal tahun 80an, dimana pada waktu itu band2 heavymetal (yg dulu terkenal dengan era new wave of british heavy metal) mulai mengkombinasikan sound mereka dengan hardcore punk terutama pada tempo drum sehingga menghasilkan genre baru yang lebih agresif dari band2 speed/heavy metal yang pada waktu sedang ngetrend. Banyak pendapat yang berbeda mengenai sejarah awal dari kemunculan thrashmetal di scene metal, sebagian besar yakin bahwa thrashmetal lahir pada sekitar tahun 1981 (..wah saya saja masih dengerin lagu Adi Bing slamet sama Chica Koeswoyo!), tapi beberapa pendapat mengatakan lebih awal lagi seperti bahwa riff2 lagu dari “symptom of universe”-nya black sabbath (1975) diyakini sebagai salah satu pioner dari riff-riff thrash. Masih banyak lagi contoh yang menandai awal kelahiran thrash metal, seperti lagu “stone cold crazy” dari queen (album sheer heart attack 1974) yang pada waktu itu sangat tidak lazim karena lebih heavy dan cepat, satu lagi lagu dari queen yang mempunyai karakteristik seperti itu adalah “ogre battle” dari album Queen II (1974). ”exciter”-nya judas priest (album stained class, 1978) juga banyak mempengaruhi band-band thrash macam Slayer, Venom, Anthrax, Metallica dan Megadeth dengan intro drum yang “buas” (pada waktu itu) dan solo gitar yang cepat, meskipun judas priest bukanlah band thrash. Beberapa orang juga beranggapan bahwa lagu dari overkill yang berjudul “the beast within” (1981) adalah lagu thrash metal yang pertama kali direkam. Beberapa waktu kemudian sebuah band yang bernama Leather charm (yg kemudian bubar, dan frontmannya, james hetfield membentuk metallica) merilis lagu “hit the lights”.juga ada Metal church yg merilis beberapa lagu demo pada 1980-81, yang semodelan seperti overkill dan metallica (awal) juga bisa dikatakan thrash. Venom juga dianggap sebagai pioneer dalam genre ini dengan dirilisnya album “welcome to hell” (1981) dan “black metal” (1982).
Thrash metal mulai menanjak gaungnya di scene metal pada th 1984,dimana pada waktu itu album-album seperti “ride the lightning” dari metallica, “fistfull of metal” dari anthrax, demo kedua dari overkill “feel the fire” serta “haunting the chapel” nya Slayer dirilis dipasaran. Album-album tersebutlah yg akhirnya mempengaruhi album-album thrashmetal selanjutnya menjadi lebih gelap dan berat seperti yang terefleksi pada albumnya Exodus “bonded by blood” dan “hell awaits” dari slayer (1985). Sementara itu gelombang thrashmetal juga menyerang kawasan diluar AS seperti misalnya di jerman, ada kreator yang merilis debut album “Endless pain” (1985) dan dibrazil ada the mighty Sepultura yang juga merilis ep “bestial devastation”.Oh ya tidak lupa pada thn itu juga mantan pentolan metallica dave mustaine dengan Megadeth-nya juga merilis debut album “killing is my business…and business is good” dimana mereka mengkombinasikan riff2 thrash dgn solo gitar yang “meliuk-liuk” khas speed metal a la judas priest.
Pertengahan thn 80-an merupakan tahun-tahun yang sangat krusial pada perkembangan thrash metal selanjutnya. Pada tahun 1986 album-album thrashmetal yang sangat influential dirilis, seperti “darkness descends” dari Dark angel, “reign in blood” dari Slayer yang diklaim sebagai album thrash paling klasik oleh banyak fans metal, kreator juga merilis “pleasure to kill” yang kemudian menjadi album yang sangat influential di scene death metal. Kemudian ada metallica yang merilis ” master of puppets” yang sukses secara komersil, diikuti dengan dirilisnya album “ peace sells…but who’s buying” oleh megadeth. Pada 1987 Anthrax juga merilis album yang sangat booming pada saat itu yang berjudul “among the living” yang seperti dua album sebelumnya (fistfull of metal & spreading the desease) masih dengan riff2 thrash yang cepat dan berat, serta lebih melodic dengan tempo yang cepat dan catchy. Di akhir tahun itu, Testament merilis “the legacy” yang secara musical membawa element-element progresif ke dalam thrash metal. Lirik-lirik dari album ini berkisah tentang pemujaan dan topiik-topik satanisme yang tidak diragukan lagi nantinya akan menjadi influence oleh band-band death metal dlm membuat lirik.
Thrash metal pada pertengahan th 80an berkembang (terpecah) menjadi banyak genre, diantaranya seperti yang dilakukan oleh Possesed dan Death. Possesed adalah salah satu diantara sekian pioner band deathmetal, pada tahun 1984 mereka merilis sebuah demo album, dimana pada album ini mereka membuat sound thrash yang lebih dark. Sound seperti inilah yang nantinya akan disebut dengan deathmetal oleh para metalhead, dan salah satu rilisan mereka juga menjadi sebuah rilisan death metal yang klasik (”seven churches”, 1985).Beberapa band juga mengkombinasikan thrash dengan speed metal, seperti Megadeth dan juga Helstar, Testamen, dan Heathen yang dikenal dengan lead guitar mereka yang komplek dan ceapat. Album “energetic diassembly”(1985) dari Watchtower juga menjadi standar baru dalam penulisan lagu-lagu thrash metal menjadi lebih komplek dan “jazzy” yang kemudian dikembangkan oleh band macam Coroner dan juga band-band deathmetal yang tergila-gila dengan tekhnik seprti Atheist dan Cynic.
Pada tahun 1988, Suicidal tendencies yang pada mulanya dikenal sebagai band punk, merilis debut album major label mereka yang berjudul “how will i laugh tomorrow when i can’t even smile today”.Pada album ini mereka berubah konsep dengan riff2 gitar yang lebih nge-thrash dan sound yang lebih berorientasi metal, dan juga struktur lagu yang lebih komplek dari album-album sebelumnya.Tapi mereka tidak lupa dengan roots mereka dengan masih ada lagu-lagu dengan part sing a long. Di tahun itu juga dan selanjutnya beberapa album klasik oleh band-band yang dianggap “baru” di scene thrash juga dirilis seperti album ketiga dari Sepultura “beneath the remains” (1989) yang dirilis oleh Roadrunner records, yang membuat mereka semakin dikenal discene metal dunia.Testament pada kurun akhir 80an ini juga merilis dua album yaitu “the new order”(1988) dan “practise what you preach”(1989), yang dimana kedua album ini menunjukkan perkembangan mereka secara musikalitas dan “hampir” membuat popularitas mereka setara dengan apa yang oleh media pada waktu itu disebut “the big four of thrash” (slayer,metallica,anthrax,megadeth).Satu lagi band yang muncul pada akhir tahun 80an dengan debut album “eternal nightmare” (1988) yang sangat fenomenal yaitu Vio-lence, dengan mengkombinasikan riff-riff yang opressif dan konstan dengan style vokal nge-punk, sehingga menghasilkan sebuah album thrash yang dianggap salah satu yang tercepat dan terberat sepanjang masa. Sementara itu band-band kawakan pun tak mau ketinggalan seperti “…and justice for all “(1988) dari Metallica ( ini satu-satunya album metallica yang saya lumayan suka Lho…),mereka juga membuat video “one” yang merupakan video klip pertama mereka. Di tahun yang sama Slayer juga merilis “south of heaven”, walaupun agak lebih “slow tempo” dari album sebelumnya, tapi lebih bernuansa death metal.Juga ada Anthrax yang merilis “state of euphoria”, Megadeth dengan “so far,so good…so what!”, Overkill dengan “under the influence” dan “years of decay”(1989), Kreator dengan “terrible certainty”(1987) dan “extreme agression” (1989), yang kesemuanya itu membawa kesuksesan secara komersial bagi mereka.
Sejarah thrash metal masih terus berkembang pada era tahun 90an dan bahkan sampai sekarang, tetapi bagi saya tahun 80an lah yang menjadi pondasi awal kejayaan thrash metal yang banyak menghasilkan band-band dan album-album klasik yang menjadi influence bagi jutaan metalhead di seluruh dunia. Saya rasa cukup sekian saja uraian dari saya ( taunya segini doang..)
Thrash metal adalah salah satu sub-genre dari musik metal yang ekstrim, ditandai dengan kecepatan dan agresifitas yang tinggi, Sejarah awal thrash metal dapat di dilihat pada akhir th 70an dan awal tahun 80an, dimana pada waktu itu band2 heavymetal (yg dulu terkenal dengan era new wave of british heavy metal) mulai mengkombinasikan sound mereka dengan hardcore punk terutama pada tempo drum sehingga menghasilkan genre baru yang lebih agresif dari band2 speed/heavy metal yang pada waktu sedang ngetrend. Banyak pendapat yang berbeda mengenai sejarah awal dari kemunculan thrashmetal di scene metal, sebagian besar yakin bahwa thrashmetal lahir pada sekitar tahun 1981 (..wah saya saja masih dengerin lagu Adi Bing slamet sama Chica Koeswoyo!), tapi beberapa pendapat mengatakan lebih awal lagi seperti bahwa riff2 lagu dari “symptom of universe”-nya black sabbath (1975) diyakini sebagai salah satu pioner dari riff-riff thrash. Masih banyak lagi contoh yang menandai awal kelahiran thrash metal, seperti lagu “stone cold crazy” dari queen (album sheer heart attack 1974) yang pada waktu itu sangat tidak lazim karena lebih heavy dan cepat, satu lagi lagu dari queen yang mempunyai karakteristik seperti itu adalah “ogre battle” dari album Queen II (1974). ”exciter”-nya judas priest (album stained class, 1978) juga banyak mempengaruhi band-band thrash macam Slayer, Venom, Anthrax, Metallica dan Megadeth dengan intro drum yang “buas” (pada waktu itu) dan solo gitar yang cepat, meskipun judas priest bukanlah band thrash. Beberapa orang juga beranggapan bahwa lagu dari overkill yang berjudul “the beast within” (1981) adalah lagu thrash metal yang pertama kali direkam. Beberapa waktu kemudian sebuah band yang bernama Leather charm (yg kemudian bubar, dan frontmannya, james hetfield membentuk metallica) merilis lagu “hit the lights”.juga ada Metal church yg merilis beberapa lagu demo pada 1980-81, yang semodelan seperti overkill dan metallica (awal) juga bisa dikatakan thrash. Venom juga dianggap sebagai pioneer dalam genre ini dengan dirilisnya album “welcome to hell” (1981) dan “black metal” (1982).
Thrash metal mulai menanjak gaungnya di scene metal pada th 1984,dimana pada waktu itu album-album seperti “ride the lightning” dari metallica, “fistfull of metal” dari anthrax, demo kedua dari overkill “feel the fire” serta “haunting the chapel” nya Slayer dirilis dipasaran. Album-album tersebutlah yg akhirnya mempengaruhi album-album thrashmetal selanjutnya menjadi lebih gelap dan berat seperti yang terefleksi pada albumnya Exodus “bonded by blood” dan “hell awaits” dari slayer (1985). Sementara itu gelombang thrashmetal juga menyerang kawasan diluar AS seperti misalnya di jerman, ada kreator yang merilis debut album “Endless pain” (1985) dan dibrazil ada the mighty Sepultura yang juga merilis ep “bestial devastation”.Oh ya tidak lupa pada thn itu juga mantan pentolan metallica dave mustaine dengan Megadeth-nya juga merilis debut album “killing is my business…and business is good” dimana mereka mengkombinasikan riff2 thrash dgn solo gitar yang “meliuk-liuk” khas speed metal a la judas priest.
Pertengahan thn 80-an merupakan tahun-tahun yang sangat krusial pada perkembangan thrash metal selanjutnya. Pada tahun 1986 album-album thrashmetal yang sangat influential dirilis, seperti “darkness descends” dari Dark angel, “reign in blood” dari Slayer yang diklaim sebagai album thrash paling klasik oleh banyak fans metal, kreator juga merilis “pleasure to kill” yang kemudian menjadi album yang sangat influential di scene death metal. Kemudian ada metallica yang merilis ” master of puppets” yang sukses secara komersil, diikuti dengan dirilisnya album “ peace sells…but who’s buying” oleh megadeth. Pada 1987 Anthrax juga merilis album yang sangat booming pada saat itu yang berjudul “among the living” yang seperti dua album sebelumnya (fistfull of metal & spreading the desease) masih dengan riff2 thrash yang cepat dan berat, serta lebih melodic dengan tempo yang cepat dan catchy. Di akhir tahun itu, Testament merilis “the legacy” yang secara musical membawa element-element progresif ke dalam thrash metal. Lirik-lirik dari album ini berkisah tentang pemujaan dan topiik-topik satanisme yang tidak diragukan lagi nantinya akan menjadi influence oleh band-band death metal dlm membuat lirik.
Thrash metal pada pertengahan th 80an berkembang (terpecah) menjadi banyak genre, diantaranya seperti yang dilakukan oleh Possesed dan Death. Possesed adalah salah satu diantara sekian pioner band deathmetal, pada tahun 1984 mereka merilis sebuah demo album, dimana pada album ini mereka membuat sound thrash yang lebih dark. Sound seperti inilah yang nantinya akan disebut dengan deathmetal oleh para metalhead, dan salah satu rilisan mereka juga menjadi sebuah rilisan death metal yang klasik (”seven churches”, 1985).Beberapa band juga mengkombinasikan thrash dengan speed metal, seperti Megadeth dan juga Helstar, Testamen, dan Heathen yang dikenal dengan lead guitar mereka yang komplek dan ceapat. Album “energetic diassembly”(1985) dari Watchtower juga menjadi standar baru dalam penulisan lagu-lagu thrash metal menjadi lebih komplek dan “jazzy” yang kemudian dikembangkan oleh band macam Coroner dan juga band-band deathmetal yang tergila-gila dengan tekhnik seprti Atheist dan Cynic.
Pada tahun 1988, Suicidal tendencies yang pada mulanya dikenal sebagai band punk, merilis debut album major label mereka yang berjudul “how will i laugh tomorrow when i can’t even smile today”.Pada album ini mereka berubah konsep dengan riff2 gitar yang lebih nge-thrash dan sound yang lebih berorientasi metal, dan juga struktur lagu yang lebih komplek dari album-album sebelumnya.Tapi mereka tidak lupa dengan roots mereka dengan masih ada lagu-lagu dengan part sing a long. Di tahun itu juga dan selanjutnya beberapa album klasik oleh band-band yang dianggap “baru” di scene thrash juga dirilis seperti album ketiga dari Sepultura “beneath the remains” (1989) yang dirilis oleh Roadrunner records, yang membuat mereka semakin dikenal discene metal dunia.Testament pada kurun akhir 80an ini juga merilis dua album yaitu “the new order”(1988) dan “practise what you preach”(1989), yang dimana kedua album ini menunjukkan perkembangan mereka secara musikalitas dan “hampir” membuat popularitas mereka setara dengan apa yang oleh media pada waktu itu disebut “the big four of thrash” (slayer,metallica,anthrax,megadeth).Satu lagi band yang muncul pada akhir tahun 80an dengan debut album “eternal nightmare” (1988) yang sangat fenomenal yaitu Vio-lence, dengan mengkombinasikan riff-riff yang opressif dan konstan dengan style vokal nge-punk, sehingga menghasilkan sebuah album thrash yang dianggap salah satu yang tercepat dan terberat sepanjang masa. Sementara itu band-band kawakan pun tak mau ketinggalan seperti “…and justice for all “(1988) dari Metallica ( ini satu-satunya album metallica yang saya lumayan suka Lho…),mereka juga membuat video “one” yang merupakan video klip pertama mereka. Di tahun yang sama Slayer juga merilis “south of heaven”, walaupun agak lebih “slow tempo” dari album sebelumnya, tapi lebih bernuansa death metal.Juga ada Anthrax yang merilis “state of euphoria”, Megadeth dengan “so far,so good…so what!”, Overkill dengan “under the influence” dan “years of decay”(1989), Kreator dengan “terrible certainty”(1987) dan “extreme agression” (1989), yang kesemuanya itu membawa kesuksesan secara komersial bagi mereka.
Sejarah thrash metal masih terus berkembang pada era tahun 90an dan bahkan sampai sekarang, tetapi bagi saya tahun 80an lah yang menjadi pondasi awal kejayaan thrash metal yang banyak menghasilkan band-band dan album-album klasik yang menjadi influence bagi jutaan metalhead di seluruh dunia. Saya rasa cukup sekian saja uraian dari saya ( taunya segini doang..)
Langganan:
Komentar (Atom)
